4nfield Folks Blog

Paragraf dalam bahasa indonesia

Posted on: December 20, 2010

Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut. Walaupun paragraf itu mengandung beberapa kalimat, tidak satupun dari kalimat-kalimat itu yang memperkatakan soal lain. Seluruhnya memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah itu. Contoh sebuah paragraf.   Pemanasan global selamanya selalu dipermasalakan. Berkali-kali masalah tersebut diseminarkan dan berkali-kali pula jadi pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki tetap menjadikan pemanasan global sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung, pemanasan global terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah pemanasan global banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan kehidupan kita sehari-hari. Selama pencegahan, pengendalian dan pelaksanaan anti pemanasan global belum dapat dilaksakan dengan baik, selama itu pila pemasan global menjadi masalah.  Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan pemanasan global. Oleh sebab itu, paragraf itu mempunyai topik “ masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah pemanasan global . Topik paragraf adalah pikran utama didalam sebuah paragraph. Semua pembicaraan dalam paragraf itu terpusat pada pikiran utama ini.. Apa yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah paragraf, itulah topik paragraf. Topik paragraf dijabarkan dalam kalimat topik atau kalimar utama.   SYARAT-SYARAT PARAGRAF Paragraf yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf . a. Kesatuan paragraf  Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh karena itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf itu. Kalau ada kalimat yang menyimpang dari ide pokok pikiran paragraf itu, paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dari paragraf. Aktualisasi yang berasal dari kata aktual, yang berarti betul-betul ada,terjadi atau sesungguhnya. Aktualisasi Pancasila adalah bagaimana nilai-nilai pencasila benar-benar dapat tercemin dalam sikap dan perilaku seluruh warga Negara, mulai dari aparatur dan pimpinan nasional sampai kepada rakyat biasa. Pancasila sangat perlu diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat ,berbangsa dan bernegara. Globalisasi banyak pengaruh positif dan negatif bagi segala aspek kehidupan suatu Negara. Dan hanya kekuatan dari pelaksanaan suatu landasan negaralah yang dapat menangkal segala dampak dari globalisasi maka pancasila dapat diamalkan.  Dalam paragraf di atas kalimat keempat tidak menunjukkan keutuhan paragraf karena merupakan kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan. Oleh sebab itu, kalimat tersebut harus dikeluarkan dari paragraf.  b. Kepaduan Paragraf Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat yang logis dan melalui ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait antarkalimat. Pengait Paragraf Agar paragraf menjadi padu digunakan pengait paragraf, yaitu berupa 1) ungkapan penghubung transisi, 2) kata ganti atau 3) kata kunci (pengulangan kata yang dipentingkan). •    Kata Transisi  Ungkapan pengait antarkalimat dapat berupa ungkapan hubungan / transisi. Beberapa kata transisi 1.    Hubungan tambahan contoh : lebih lagi, selanjutnya, tambahan pula, berikutnya, lagipula. 2.    Hubungan pertentangan contoh : akantetapi, namun, bagaimanapun, walaupun demikian, dll. 3.    Hubungan perbandingan contoh : sama dengan itu, dalam hal yang demikian, sehubungan dengan itu. 4.    Hubungan akibat contoh : oleh sebab itu, jadi, akibatnya, oleh karena itu, maka, oleh sebab itu. 5.    Hubungan tujuan  contoh : untuk itu, untuk maksud itu. 6.    Hubungan singkatan  contoh : singkatnya, pendeknya, akhirnya, pada umumnya, dengan kata lain. 7.    Hubungan waktu  contoh : sementara itu, segera setelah itu, beberapa saat kemudian. 8.    Hubungan tempat  contoh : berdekatan dengan itu  Paragraf di bawah ini memperlihatkan pemakaian ungkapan pengait antarkalimat yang berupa ungkapan penghubung transisi. Mengingat bangsa Indonesia yang sangat heterogen, kiranya dapat difahami bahwa di dalam kehidupan politik itu sering terjadi perbedaan persepsi, perbedaan skala prioritas, bahkan konflik kepentingan kelompok atau golongan. Namun, yang harus selalu diingat ,bahwa didalam proses penentuan kebijakan maupun pelaksanaan kebijakan itu terdapat rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar, yaitu kepentingan nasional, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berdasarkan filsafat pancasila.  Dengan dipasangkannya pengait antarkalimat bahkan dan namun dalam paragraf tersebut, kepaduan paragraf terasa sekali, serta urutan kalimat-kalimat dalam paragraf itu logis dan kompak. •    Kata Ganti  Ungkapan pengait paragraf dapat juga berupa kata ganti orang maupun kata yang lain. Kata Ganti Orang Dalam usaha memadu kalimat-kalimat dalam suatu paragraf, kita banyak menggunakan kata ganti orang. Pemakaian kata ganti ini berguna untuk menghindari penyebutan nama orang berkali-kali. Kata ganti yang dimaksud adalah saya, aku, ku, kita, kami (kata ganti orang pertama), engkau, kau, kamu, mu, kamu sekalian (kata ganti oaring kedua), dia, ia, beliau, mereka, dan nya (kata ganti orang ketiga). Hal ini dapat kita lihat pada contoh paragraf berikut ini. Ringgar dan Trisna adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Mereka telah menjalin hubungan itu selama tiga tahun hingga kini. Mereka berkomitmen bahwa hubungan tersebut jangan sampai berhenti di tengah jalan. Prinsip yang dimiliki oleh diri masing-masing cukup mendukung komitmen tersebut. Saya yakin mereka bisa menjalaninya. Kata mereka dipakai sebagai pengganti kata Ringgar dan Trisna agar nama orang tidak disebutkan berkali-kali. Penyebutan nama orang yang berkali-kali akan menimbulkan kebosanan serta menghilangkan keutuhan paragraf.  Kata Ganti yang Lain Kata ganti lain yang digunakan dalam menciptakan kepaduan paragraf ialah itu, ini, tadi, begitu, demikian, di situ, ke situ, di atas, di sana, di sini dan sebagainya. Perhatikan contoh berikut: Itu rumah mereka. Mereka tinggal di situ sejak pertama kali menikah sampai memiliki dua orang putri. Orang tua mereka juga sering berkunjung ke situ.  Kata Kunci Di samping itu, ungkapan pengait dapat pula berupa pengulangan kata-kata kunci, seperti kata pemanasan global pada contoh paragraf yang pertama. Pengulangan kata-kata kunci ini perlu dilakukan dengan hati-hati ( tidak terlalu sering ).  PENGEMBANGAN PARAGRAF Mengarang adalah usaha mengembangkan beberapa kalimat topik. Dengan demikian, dalam karangan itu kita harus mengembangkan beberapa paragraf demi paragraf. Oleh karena itu, kita harus hemat menempatakan kalimat topik. Satu paragraf hanya mengandung sebuah kalimat topik. Seperti pada contoh paragraf yang pertama, topiknya hanya satu yaitu pemanasan global. Teknik Pengembangan Paragraf Secara garis besar, ada dua macam teknik pengembangan paragraf , yaitu: 1.    Dengan menggunakan ilustrasi  apa yang dikatakan kalimat topik itu dilukiskan dan digambarkandengan kalimat-kalimat penjelas sehingga di depan pembaca tergambar dengan nyata apa yang dimaksud oleh penulis. 2.    Dengan analisis  Apa yang dinyatakan kalimat topik sianalisis secara logis sehingga pernyataan tadi merupakan sesuatu yang meyakinkan. Kedua teknik di atas dapat diperinci menjadi beberapa cara yang lebih praktis, di antaranya; 1.    Dengan memberikan contoh/fakta Perhatikan paragraf berikut! Banyak desa yang saat ini sedang berkembang, seperti Desa Ciselang. Menjelang tahun 2010 fasilitas di desa ini dapat dikatakan cukup memadai bila dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. Segala kebutuhan yang sulit didapat menjadi mudah dan perkembangan ini cukup signifikan pada desa-desa lain.Banyaknya pengusaha yang berinvestasi pada sektor rumah hunian adalah salah satu faktor dari berkembangnya fasilitas di desa ini.  2.    Dengan memberikan alasan-alasan Dalam cara ini, apa yang dinyatakan oleh kalimat topik dianalisis berdasarkan logika, dibuktikan dengan uraian-uraian yang logis dengan menjelaskan sebab-sebab mengapa demikian. Perhatikan paragraf berikut! Sarapan dipagi hari sangat pentinguntuk kita semua. Selain menambah energi, sarapan juga membantu kita dalam berpikir. Jika perut kita kosong, maka konsentrasi akan terganggu. Karena tidak sarapan, berarti kita telah menyia-nyiakan waktu dan hal-hal penting lainnya.  Dengan bercerita Biasanya, pengarang mengungkapkan kembali peristiwa-peristiwa yang sedang atau sudah berlalu apabila ia mengembangkan paragraf dengan cara ini. Dengan paragraf itu, pengarang berusaha membuat lukisannya itu hidup kembali. Perhatikan paragraf berikut! Saat itu ia sedang mengobrol dengan temannya di lantai 3 gedung 5. Ia merasakan goyangan yang cukup membuatnya panik. Tapi ia bertanya apakah memang ia sedang sakit kepala atau memang gempa, maka ia berdiam diri sejenak dan tiba-tiba ia segera masuk ke dalam ruang laboratorium dan berteriak kepada orang-orang yang sedang berada dalam laboratorium bahwa sedang terjadi gempa. Semua orang yang berada di dalam laboratorium panik dan segera melarikan diri, tetapi hal tersebut segera dilarang karena tidak baik panik dalam keadaan seperti itu. Para mahasiswa yang berada di laboratorium lain terlihat sangat panik dan berlarian ke lantai bawah. Sungguh amat mengerikan dan membuat trauma mengingat gempa yang telah terjadi sebelumnya di kota Padang.           PARAGRAF Paragraf adalah bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu yaitu kesatuan dan kelengkapan. Apabila sebuah paragraf itu bukan paragraf deskriptif atau naratif, secara lahiriah unsure paragraph itu berupa : 1.    Kalimat topik atau kalimat utama 2.    Kalimat pengembang atau kalimat penjelas 3.    Kalimat penegas 4.    Kalimat, klausa, prosa dan penghubung Dalam sebuah karangan yang utuh, fungsi utama paragraf yaitu : 1.    Untuk menandai pembukaan atau awal ide/gagasan baru 2.    Sebagai pengembang lebih lanjut ide sebelumnya 3.    Sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu PERSARATAN PARAGRAF YANG BAIK •    Kepaduan paragraf Agar paragraf menjadi baik, anda harus memperhatikan persyaratannya. Persyaratan paragraf yang baik yaitu adanya kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan. Untuk mencapai kepaduan, langkah-langkah yang harus anda tempuh adalah kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu •    KESATUAN PARAGRAF Selain kepaduan, persyaratan penulisan paragraf yang baik adalah prinsip kesatuan. Yang dimaksud dengan kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang diletakan diawal paragraf dinamakan paragraf deduktif, sedangkan kalimat utama yang diletakan diakhir paragraf induktif. •    KELENGKAPAN PARAGRAF Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila didalamya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh dan lain-lain. Selain itu, kalimat penjelas berarti apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat didalam paragraf. Kemudian kalimat penjelas sering memerlukan bantuan kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung antarkalimat. PENGEMBANGAN PARAGRAF •    CARA PERTENTANGAN Pengembangan paragraf dengan cara pertentangan biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan. •    CARA PERBANDINGAN Pengembangan paragraf dengan cara perbandingan biasanya menggunakan ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, akan tetapi, sedangkan, sementara itu. •    CARA ANALOGI Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Kata-kata yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti, dan bagaikan. •    CARA CONTOH-CONTOH  Kata seperti, misalnya, contohnya, dan lain-lain adalah ungkapan-ungkapan dalam pengembangan dalam mengembangkan paragraf dengan contoh. •    CARA SEBAB AKIBAT  Pengembangan paragraf dengan cara sebab akibat dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, baik dari segi penyebab maupun dari segi akibat. Ungkapan yang digunakan yaitu padahal, akibatnya, oleh karena itu, dan karena. •    CARA DEFINISI  Adalah, yaitu, ialah, merupakan adalah kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan paragraf dengan cara definisi. •    CARA KLASIFIKASI Cara klasifikasi adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokan berdasarkan cirri-ciri tertentu. Kata-kata atau ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KaLeNdEr!!!

December 2010
M T W T F S S
« Oct   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

VoTe Me!!

ArSziP!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: