Heart Under Blade Blog

Guru Sekolah Dasar yang Berusia 9 Tahun

Posted on: January 4, 2010

Coba tebak,apa yang ada di pikiran anda bila mendengar judul yang di atas?

Percaya atau tidak,ini kejadian nyata yang terjadi di amerika. Di sekolah dasar di sana ada seorang bocah yang berusia 9 tahun sudah menjadi guru sekolah dasar,bocah ini bernama Adora Stivak.

Adora anak yang luar biasa berbakat. Talenta yang dimilikinya seakan tiada habis-habisnya. Bayangkan saja, bocah AS itu mulai mengajar pada usia 7 tahun! Pada usia yang sama, buku pertamanya diterbitkan secara internasional. Buku berjudul Flying Fingers itu berisi koleksi cerita-cerita pendek karya Adora yang juga berisi tips dan panduan bagi mereka yang ingin menjadi penulis. Buku keduanya, Dancing Fingers (koleksi puisi yang ditulis bersama kakaknya) diterbitkan tahun 2008 lalu.

Adora pun bisa mengetik cepat. Dia mengetik antara 80-112 kata per menit. Dia membaca dua hingga tiga buku per harinya. Dia memandang dirinya sebagai “pendidik dan penulis.”. Namun bagi kebanyakan orang, dia adalah seorang anak kecil dengan otak dewasa. Jangan tanya soal kesibukan sehari-hari anak perempuan itu. Jadwalnya sangat padat, penuh dengan berbagai presentasi dan tugas mengajar. Bahkan kerap kali kegiatannya baru berhenti pada pukul 11 malam.

Adora telah bepergian ke berbagai belahan dunia, dengan biaya ditanggung pihak pengundang. Dia telah berkunjung ke lebih dari 300 sekolah di China, Hong Kong, Vietnam, Inggris dan lainnya. Bahkan di Inggris, si mungil Adora mendapat julukan “Dora the Explorer” karena caranya berbagi pengalaman membaca dan menulis pada anak-anak.

Keluarganya kini bahkan telah mengubah ruang bawah tanah rumah mereka di Redmond, Washington DC menjadi sebuah studio TV. Dari sana, Adora memberikan konferensi video setiap hari bagi anak-anak, orang dewasa dan para guru. Dia mendapatkan bayaran US$ 300 per pelajaran yang berlangsung 50 menit.

“Membaca dan menulis adalah hidup saya,” ujarnya serius.

Adora juga menjadi incaran dunia korporasi. Dia bisa meraih hingga US$ 10.000 untuk satu kali tampil berbicara pada para pendidik dan masyarakat bisnis mengenai dampak teknologi pada proses kreatif. Bahkan baru-baru ini dia dibayar oleh Microsoft untuk melakukan demonstrasi tentang komputerisasi pendidikan.

Melihat caranya mengajar, banyak orang lupa bahwa dia baru berumur 11 tahun. Saat mengajar, Adora kerap memuji murid-muridnya, berapapun usia mereka. “Sewaktu saya anak-anak, saya memerlukan dorongan,” ujar Adora menjelaskan alasannya memberikan pujian.

“Saya sadar saya masih anak-anak, meski saya memang merasa lebih tua,” aku Adora yang mulai bisa membaca pada usia 3 tahun seperti dilansir harian Telegraph, kemarin (15/1). Jika anak-anak lain seumurnya gemar menonton film kartun, Adora justru senang menonton siaran berita di televisi. “Saya menonton tiga saluran berita malam (ABC, NBC dan CBS) serta program-program khusus di akhir pekan,” ujar Adora yang disebut-sebut sebagai guru termuda di dunia itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KaLeNdEr!!!

January 2010
M T W T F S S
« Nov   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

VoTe Me!!

ArSziP!!

%d bloggers like this: