Heart Under Blade Blog

Musik Metal Berpadu dengan Seni Budaya Lokal

Posted on: March 27, 2010

Samarinda-vivaborneo.com- Apresiasi seni dan budaya begitu menyatu dalam rangkai gelaran Art Exibition And Samarinda Death Festival, garapan Samarinda Extreem Community dan Kwaci Seru di Taman Budaya Samarinda, Sabtu (8/8). Dentuman musik  cadas dan metal terdengar apik bersanding dengan permainan musik tradisional  Jatung Utang mengiringi tampilan para penari dari suku dayak  Kenyah.“Banyak yang masih beranggapan bahwa aliran musik metal, seperti grind core, death metal atau brutal death, selalu dikesankan dengan image yang kurang bagus. Padahal aliran musik ini juga bagian dari seni musik. Karena  itu, kami mencoba menyandingkannya dengan seni-seni budaya tradisional kita,”  kata ketua panitia  Art Exibition And Samarinda Death Festival, Supriadi didampingi pimpinan Kwaci Seru, Yoke.

Event yang akan digelar selama 2 hari (Sabtu dan Minggu) selain menampilkan pertunjukan musik cadas band-band lokal, juga digelar  pameran seni budaya, diantaranya seni ukir, seni lukis, seni tato, kerajinan khas Kaltim dan  fotografi.

Masyarakat menurut Didi, demikian ia biasa disapa, sudah selayaknya juga bisa mengapresiasi apa yang menjadi bakat dan selera para pelaku musik-musik cadas. Bahkan tidak sedikit, dari komunitas ini adalah pelaku-pelaku seni yang lain, bukan hanya mampu memainkan musik-musik beraliran hard metal.

“Terkadang mereka punya bakat dan kemampuan dalam bidang-bidang seni yang lain, tetapi karena kurangnya media penyaluran, maka potensi bakatnya kurang bisa dimaksimalkan,” kata Didi, seraya menambahkan pentingnya perhatian pemerintah tentang penyaluran potensi ini.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kaltim, Firminus Kunum menegaskan bahwa dalam rangka gebrakan Visit East Kalimantan 2009 dan selanjutnya, acara semacam ini memang layak mendapatkan dukungan. Kolaborasi seni budaya tradisional dan seni musik modern bukan  tidak mungkin juga akan memicu minat para wisatawan domestik maupun manca Negara.

“Semua seni pada prinsipnya bagus. Tinggal bagaimana mengemasnya secara baik, mengkolaborasikan dengan semangat anak-anak muda yang memang butuh sentuhan. Tidak ada masalah dan ternyata sangat bisa dipadukan,” kata Firminus didampingi Zainul Arifin, staf Disparbud Kaltim.

Menurut Firminus, aliran musik bisa saja metal, tetapi perilaku para pemainnya tidak juga harus brutal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KaLeNdEr!!!

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

VoTe Me!!

ArSziP!!

%d bloggers like this: